Sandiaga Uno Curhat Bahwa Dirinya Termasuk Orang Miskin Yang Susah Mengumpulkan Dana Kampanye



MARTIRNKRI.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengakui tim kampanye yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur mengalami kendala untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi pemilihan presiden 2019.

Dia menyebut pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga kekurangan '3 M', yakni Money, Media, dan Momentum (3M).

Dari ketiga hal itu, diakui Sandi yang paling berat memang soal Money atau uang. Bahkan Sandi menyebut kalau Prabowo-Sandi saat ini bisa disebut sebagai duafa di Pilpres 2019.

"Kami akui sajalah, enggak usah terlalu (ditutupi) Prabowo-Sandi duafa. Prabowo-Sandi mengalami kesulitan untuk menghimpun dana-dana," kata Sandi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/18).

Sandi mengaku kesulitan meyakinkan para pemodal yang kebanyakan pengusaha untuk memberikan dukungan baik logistik maupun suara.

Sandi mengaku selama ini hanya menerima dukungan dari pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Tapi Alhamdulillah kami terima dari yang UMKM kecil itu, sedikit-sedikit," katanya.

Tak hanya soal uang, soal publikasi atau dukungan media pun diakui Sandi sama duafanya. Di lingkungan Prabowo-Sandi memang tak ada media yang secara terang-terangan mendukung dan mengcover semua kegiatan mereka.

"Media seperti kita ketahui, ketua tim Erick di sana, sudah gitu banyak pemilik media yang sudah menyatakan preferensi-nya, malah ada media yang sudah tidak pernah meng-cover kita lagi, sudah terbuka saja. Media kita enggak punya, betul itu," kata Sandi.

Sandi menyatakan pihaknya kini memanfaatkan jejaring media sosial untuk mengimbangi ketiadaan media yang memberi dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Ya kami imbangi yang media itu pakai media sosial. Nah media sosial ini yang jadi harapan kami untuk mengimbangi media mainstream," katanya.

Meski kalah telak di unsur Money dan Media, Sandi tak berkecil hati. Menurut dia, untuk urusan momentum justru pihaknya yang diuntungkan.

Selama berkunjung ke beberapa daerah dirinya selalu disambut antusiasme yang luar biasa karena banyak masyarakat kata Sandi yang mengalami himpitan ekonomi dan meminta pertolongan padanya.

"Kalau momentum justru terbalik. Justru momentum ada di kami. Antusiasme masyarakat yang ngadu ke kami itu karena adanya himpitan yang mereka rasakan," kata Sandi.

sumber: cnnindonesia.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: