Lagi Lagi Merasa Dibohongi , Perkampungannya Mau Digusur, Begini Curhatan Warga Kebon Sayur Kepada Anies Baswedan



MARTIRNKRI.COM - Sejumlah warga Kebon Sayur yang mendiami lahan di Jalan Asem, Ciracas, Jakarta Timur, terancam akan digusur.

Pasalnya, lahan yang mereka duduki merupakan lahan milik Perum Perusahaan Pengangkut Djakarta (PPD).

sebanyak 455 kepala keluarga (KK) akan kehilangan tempat tinggal mereka yang sudah ditempati selama puluhan tahun.

Pengusuran tersebut dilakukan lantaran pihak PPD akan mengembalikan fungsi lahan tersebut.

Berdasarkan pantauan Warta Kota, Bangunan yang didirikan oleh warga Kebon Sayur tersebut hampir seluruh bangunannya semi permanen.

Bangunan mayoritas terbuat dari kayu terlihat berdiri bak  komplek pemukiman berdesain struktur bangunan kayu.

Beberapa warga mencat sebagian rumahnya warna-warni. Namun beberapa bagian sudut perkampungan tersebut terlihat kumuh.

Warga bermukim di Kebon Sayur ada yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas dan mengumpulkan hasil kerjanya di sekitar rumahnya.

Menanggapi rencana pengusuran tersebut, ada  warga yang mengaku siap jika harus kehilangan tempat tinggalnya.

"Dari dulu kan emang rencana gitu mau di gusur, tapi sampai sekarang nggak jadi, ya kita tetap bertahan. Karena ini tempat tinggal kita," kata Anem (47), warga setempat, Selasa (16/10/2018).

Anem menyadari bahwa tanah yang ditempatinya itu milik Perum PPD. Jika lahan itu akan difungsikan kembali, kata Anem, dia akan angkat kaki dari rumah yang sudah dihuninya selama 20 tahun.

Namun, jika mengingat janji-janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dia yakin penggusuran tidak akan terjadi.

Di sisi lain, dia juga pasrah terhadap rencana mengembalikan fungsi lahan milik PPD.

"Ya kalo kita sih sebenarnya terserah. Mau diambil lagi ya silakan, karena kan kita ini memang hanya numpang. Tapi masa iya Pak Anies nggak sayang ama rakyat kecil kayak kita yang hanya numpang cari makan," ucapnya.

Sedangkan warga lainnya, Bodong (44), mengatakan bahwa dia akan mempertahankan tempat tinggalnya.

"Setiap minggu ada rapat warga bareng mahasiswa yang ingin membantu, kami juga beberapa kali meminta bantuan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), kita berusaha untuk bertahan," katanya.

Sementara itu, ditemui terpisah, Camat Ciracas Musa Safrudin mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan waktu penggusuran di Kebun Sayur.

Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur terkait sengketa lahan yang melibatkan Perum PPD dan warga.

"Rencana penertiban belum tahu waktunya, belum ada rapat lagi, tapi masalah ini sudah dirapatkan di tingkat Kota dan Provinsi," katanya.

Menurutnya, warga yang menempati lahan tersebut mayoritas adalah warga pendatang.

Dia mengaku belum melakukan sosialisasi kepada warga terkait penggusuran tersebut.

Dia menambahkan,  sebelum mengajukan surat permohonan pengosongan lahan ke Pemprov DKI, pihak Perum PPD telah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kecamatan Ciracas.

"Pihak Perum PPD sendiri sudah berkoordinasi dengan kami, sosialisasi juga belum dilakukan karena yang punya gawe kan mereka," ucapnya.

Sumber: tribunnews.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: