Faizal Assegaf Meradang Denger Prabowo Kembali Pidato....



MARTIRNKRI.COM -  Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, tampak menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, terkait sistem ekonomi Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter-nya, @faizalassegaf, yang ditulis pada Kamis (11/10/2018).
Awalnya, Faizal Assegaf mentautkan pemberitaan terkait pernyataan Prabowo Subianto.

Dalam pemberitaan itu, Prabowo Subianto menyebut, sistem ekonomi Indonesia saat ini tidak berjalan dengan benar.

Bahkan, Prabowo menyebut, Indonesia tengah mempraktikkan sistem ekonomi kebodohan.

Menanggapi hal itu, Faizal Assegaf berharap agar pernyataan Prabowo Subianto bukan menjadi kelanjutan drama kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet.

Menurutnya, pelaku hoaks tidak akan pernah berhenti berusaha membuat aneka hoaks lainnya.

"Semoga pernyataan Prabowo ini bukan kelanjutan dari drama hoax Ratna Sarumpaet.

Maklum, biasanya pelaku hoax tdk akan pernah berhenti berusaha membuat aneka hoax berikutnya," tulis Faizal Assegaf.

Diberitakan Kompas.com, Prabowo Subianto menilai sistem ekonomi di Indonesia yang sudah berjalan lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.

Menurut Prabowo, angka kesenjangan sosial masyarakat Indonesia semakin tinggi.

"Ini menurut saya bukan ekonomi neoliberal lagi. Ini lebih parah dari neolib. Harus ada istilah, ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," ujar Prabowo saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun memaparkan beberapa indikator untuk menguatkan argumentasinya tersebut.

Menurut dia, sejak 1997 hingga 2014, kekayaan Indonesia yang hilang atau dinikmati oleh pihak asing mencapai 300 miliar dolar Amerika Serikat.
Dengan demikian, Indonesia hanya memiliki sedikit cadangan kekayaan nasional.

"Dengan tidak adanya cadangan kekayaan di dalam negeri tidak mungkin indonesia bisa menjadi negara yang sejahtera," kata dia.
Tak berhenti di situ saja, Prabowo juga menyoroti fenomena kekurangan gizi.
Indikator lain yang menjadi sorotan adalah tingkat ketimpangan masyarakat Indonesia

Ia mengatakan, rasio gini Indonesia sekarang berada di angka 45,4.
Artinya, kata Prabowo, 1 persen rakyat Indonesia menguasai 45 persen kekayaan nasional

Kemudian, ia mengutip data lembaga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) terkait persentase kepemilikan tanah.

Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan, 1 persen masyarat menguasai 82 persen luas tanah di Indonesia.

"Semua kekayaan tanah itu tidak ke rakyat. Kalau sekian puluh juta hektar dikuasai oleh segelintir manusia, uang itu hanya dinikmati oleh segelintir itu," kata Prabowo.

Sumber: tribunnews.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: