Sandiaga Uno Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Terkuat Pendamping Prabowo dengan Mahar 500 M Untuk PAN dan PKS, Demokrat Ngamuk Siap-siap Hengkang?

Sandiaga Uno Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Terkuat Pendamping Prabowo dengan Mahar 500 M Untuk PAN dan PKS, Demokrat Ngamuk Siap-siap Hengkang?

MARTIRNKRI.COM - Teka-teki pendamping ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang mulai terungkap menjelang penutupan pendaftaran Capres-Cawapres, Jumat (10/8) besok. Muncul dua nama yang disebut menjadi Cawapres Prabowo.

Kedua nama itu adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno dan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama keduanya masih dalam pembahasan bersama mitra koalisi Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan, nama Sandiaga masih sekadar aspirasi baru. Sebab, menurut dia, Sandiaga belum ditugaskan oleh Prabowo menjadi pendampingnya untuk memimpin Indonesia.

"Yang menjadi berkembang aspirasi nama Sandiaga, AHY, beberapa nama akan dibahas," kata Fadli Zon di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/8) malam.

Nama Sandi muncul di menit terakhir. Sebelumnya, Cawapres Prabowo yang muncul hanya tiga yakni, AHY, Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Tiba-tiba, Sandiaga menyalip di tikungan.

Mencuatnya nama Sandiaga sebagai pendamping Prabowo membuat hubungan dengan Partai Demokrat memanas. Sebab, nama Sandi tak pernah ada sebelumnya, begitu pula hasil ijtima ulama yang didukung PKS.

Hasil ijtima ulama selama ini merekomendasikan ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief memicu konflik kedua partai ke permukaan. Lewat cuitannya di Twitter, Andi menuding Prabowo memilih Sandiaga lantaran datang dengan uang Rp 500 M untuk menyawer PKS dan PAN. Dia pun melemparkan tudingan Prabowo bermental jenderal kardus lantaran terjadi transaksional dengan parpol koalisi tanpa mendengar Demokrat.

Tak cuma itu, Andi Arief juga menuding Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terlibat 'pengaturan skor' melawan Jokowi. Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN.

Sumber: Merdeka.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: