Jaksa KPK Ungkap Uang Gratifikasi Gubernur Kader PAN, Zumi Zola Mengalir Ke DPD dan Keluarga

Jaksa KPK Ungkap Uang Gratifikasi Gubernur Kader PAN, Zumi Zola Mengalir Ke DPD dan Keluarga

MARTIRNKRI.COM - Jaksa KPK menyebut gratifikasi yang diterima Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola mengalir ke keluarga dan DPD PAN Kota Jambi.

Awalnya Zumi berkenalan dengan Apif Firmansyah dan Asrul Pandapotan Sihotang. Hubungan mereka pun makin erat, sehingga pada masa kampanye Pilgub Jambi 2016, Apif dijadikan asisten pribadi sekaligus bendahara kampanye.

Setelah itu, saat Zumi resmi menjadi Gubernur Jambi, Apif diangkat menjadi ketua tim. Apif mengurusi semua urusan Zumi. Kemudian, Apif juga menggandeng seorang kontraktor bernama Muhammad Imaduddin.

“Atas persetujuan terdakwa, Apif meminta Imaduddin membiayai beberapa kegiatan terdakwa pada saat awal menjabat sebagai gubernur,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan terhadap Zumi Zola di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Selain ke tangan Zumi, jaksa KPK menyebut jika uang tersebut juga mengalir ke DPD PAN Kota Jambi dan juga ke adiknya, Zumi Laza, yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Jambi 2018.

“Uang Rp 75 juta untuk biaya akomodasi pengurus DPD PAN Kota Jambi saat pelantikan terdakwa pada bulan Februari 2016 di Jakarta dan uang Rp 70 juta untuk pembayaran pembuatan 10 spanduk dan sewa 10 titik lokasi billboard pada bulan Maret 2016 guna perkenalan Zumi Laza sebagai calon Wali Kota Jambi 2018,” kata Jaksa.

Zumi Zola didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sumber: PoskotaNews
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: