Nasib AKBP Yusuf dan Wanita Yang Ditendangnya di Minimarket Setelah Video Mereka Viral

Desy Haumahu warga Cipayung Jawa Barat yang menjadi terdakwa kasus pencurian di sebuah minimarket di jalan Selindung Pangkalpinang matanya berkaca-kaca saat mendengar putusan sidang di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7/2018). Oleh Majelis Hakim, Desy diputus bersalah dan dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan 3 bulan.


MARTIRNKRI.COM - Desy Haumahu warga Cipayung Jawa Barat yang menjadi terdakwa kasus pencurian di sebuah minimarket di jalan Selindung Pangkalpinang matanya berkaca-kaca saat mendengar putusan sidang di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7/2018). Oleh Majelis Hakim, Desy diputus bersalah dan dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan 3 bulan.

Desy adalah wanita yang mengalami kekerasan dari pemilik mini market yakni AKBP M Yusuf (sempat diinisialkan sebagai AKBP MY -red).

Desy ternyata diperiksa oleh pihak kepolisian karena dilaporkan oleh pemilik minimarket.

Diketahui bahwa Desy merupakan warga asal Jakarta yang datang ke Pangkalpinang bersama saudaranya Atmi dan anak laki-lakinya inisial AF.

"Selama masa hukuman satu bulan dengan percobaan tiga bulan. Apabila dia berbuat baik dan tidak melakukan kesalahan, maka satu bulan hukuman itu gugur," kata Iwan Gunawan di persidangan, Jumat (13/7/2018).

Pada sidang yang berlangsung di ruang garuda tersebut, Desy mengatakan dirinya bersama Atmi (Saudara pelaku) dan AF pergi ke pantai diajak oleh teman laki-laki Desy yang dimintai bantuan mencari pekerjaan.

Usai dari pantai, mereka mampir ke mini market. Lalu lelaki yang tidak disebutkan nama oleh perempuan berambut panjang ini, menyuruh mengambil susu dan diminta dimasukkan kedalam selendang yang dikenakan Desy didada.

Aksinya diketahui oleh pemilik mini market, yakni AKBP Yusuf. Kemudian dirinya, Atmi dan anaknya yang berusia 12 tahun dipukul pada kejadian itu.

"Saya taruh di dalam selendang ada dua kotak susu. Kemudian pak Yusuf itu menghampiri dan langsung memukul." tutur Desy.

Sementara itu, Atmi yang merupakan saudara korban, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Ia menyebutkan bahwa dirinya disuruh Desy untuk mengambil beberapa susu dan dimasukkan dalam keranjang.

"Saya hanya disuruh ambil susu sama ibu desy. Awalnya saya kira mau belanja saja seperti biasa. Pas ibu desy ketahuan oleh bapak itu, saya takut lalu lari. Kemudian saya ditangkap oleh satpam." ujar Atmi sebagai saksi dalam persidangan.

Hakim tunggal, Iwan Gunawan menyebutkan bahwa perbuatan pelaku sudah masuk dalam unsur-unsur pencurian. Untuk itu Pengadilan Negeri Pangkalpinang memutuskan vonis tersebut kepada desy. Pertimbangannya yakni, pelaku sudah mengalami lebam diduga akibat dianiaya pemilik minimarket. Juga termasuk tindak pidana ringan berdasarkan Perma No 12 tahun 2012.

Lantaran kasus tersebut dianggap tindak pidana ringan, kelanjutan penanganan kasus tersebut berlangsung cepat, dan mulai disidangkan pada Jumat (13/7/2018).

Sidang perdana hingga putusan berlangsung satu hari.

Majelis Hakim, Iwan Gunawan memutuskan serta menimbang  bahwa Desy terlibat dalam perkara Pidana yakni Pencurian Ringan sebagaimana dimaksud dalam pasal 364 KUHP, maka divonis 1 bulan penjarà dan massa percobaan tiga bulan.

"Barang siapa mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak di hukum karena pencurian, dan harga barang tersebut tidak lebih dari Dua ratus lima puluh rupiah di mata hukum sebagai pencurian ringan dengan hukuman penjara selama-lamanya tiga bulan," ungkap Iwan dihadapan Terdakwa.

Iwan pun mengetok palu pertanda persidangan telah usai dan hukuman dinyatakan sah oleh pihak PN pangkalpinang.

Desy yang mendengar putusan itu terlihat matanya berkaca-kaca sambil menundukkan bahunya.

Ketika Bangkapos, mencoba untuk mengkonfirmasi kepada terdakwa terkait hasil vonis tersebut, Desy langsung bergegas keluar ruang Sidang Garuda PN Pangkalpinang sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan serta tak memberikan sepatah kata pun.

Sedangkan,  barang bukti yang dihadirkan saat persidangan yaitu dua kotak susu chil kid 800 gram rasa madu dan vanilla, satukotak susu BMT morinaga 800 gram, empat bungkus migelas rasa baso sapu, satu kotak susu cair Frisian flag rasa coconut delight, satu botol susu hilo rasa chocolate avocado dan satu buah selendag berwarna hijau biru dengan motif bunga.

Hakim dalam persidangan tersebut, Iwan Gunawan mengatakan kasus Desy ini masuknya pencurian ringan maka hakim tidak boleh menahan terdakwa karena ada Perma yang mengatur hal itu.

"Namun Perma ini hanya berlaku untuk internal pengadilan. Artinya saat terdakwa di kepolisian dan kejaksaan bisa saja ditahan," papar Iwan kepada Bangkapos, Jumat (13/7/2018).

Adapun pasal 364 KUHP yang dimaksud yaitu perbuatan pencurian jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari Rp 250 rupiah dipidana dengan penjara paling lama 3 bulan, diubah menjadi barang yang dicuri tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

"Jika perkara-perkara ini didakwa dengan Pasal 364 KUHP tersebut maka tentunya berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana para tersangka atau terdakwa perkara-perkara tersebut tidak dapat dikenakan penahanan (Pasal 21) serta acara pemeriksaan di pengadilan yang digunakan haruslah Acara Pemeriksaan Cepat yang cukup diperiksa oleh Hakim Tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 205-210 KUHP, " jelas Iwan dengan terperinci.

Dan berdasarkan Pasal 45A Undang-Undang Mahkamah Agung No.14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Undang-Undang No.3 Tahun 2009 perkara-perkara tersebut tidak dapat diajukan kasasi karena ancaman hukumannya di bawah 1 tahun penjara.

"Namun terdakwa merupakan tahanan dalam dan musti lapor atas hukumannya," tutupnya.

Pengakuan M Yusuf Pada Kapolda

Video Viral pemukulan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf langsung mendapat respon dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjend Pol Syaiful Zachri yang langsung mengelar jumpa pers, Jumat (13/7/2018).

Menurut pimpinan Polri di Kepulauan Bangka Belitung itu, pihaknya sudah mendapat kronologis peristiwa tersebut mulai dari kasus pencurian hingga adanya pemukulan tersebut.

Selain itu, lanjut Brigjend Pol Syaiful Zachri pihaknya sudah mendapat kronologis dan alasan kenapa bawahannya tersebut, AKBP M Yusuf melakukan aksi pemukulan tersebut.

"Jadi ada laporan yang bersangkutan terkait peristiwa tersebut kemudian anggota juga memintai keterangan saksi-saksi di lokasi dan korban,"kata Brigjen Pol Syaiful Zachri

Adapun laporan singkat AKBP M Yusuf  kepada pimpinan di Polda Bangka Belitung isinya :

"Izin Dan video tadi kronologisnya aku lagi di rumah dapat telp dari toko pada pukul 19.00 wib ada orang masuk toko pura2 belanja berombongan berjumlah 7 org. 6 masuk toko dan 1 menunggu dimobil avanza. 3 ketangkap ( 2 ibu2 dan 1 anak 14 thn. 4 org melarikan diri pakai mobil avanza. Kasus sudah dilaporkan ke polres pkp," tulisnya

"Aku terpancing emosi ...dia org rame2 maling ditanya yg ktangkap dak tau semua
Sdh lah saya manusia biasa...masak di maling rame2 masuk toko dan yg ketangkap oleh saya 3 org...ditanya ktp, tempat tinggal, teman yg lari di jawab semua dak tau."  lanjut AKBP M Yusuf.

"Terus ada org dak punya hati u nurani yg disorot salahnya saja. Coba kalau rumahnya kemasukan maling kayak begitu.
Ibu itu ditanya dak tau semua ktp dak ada, tempat tinggal dak ada ditanya 4 temanya yg lari dak tau
Saya emosi dan khilap," lapornya kepada pimpinan Polda Bangka Belitung.

Perempuan yang dianiaya oleh oknum kepolisian Polda Babel, sore ini menjalani sidang akibat perbuatan pencurian yang menyebabkan lebam diwajah oleh pukulan AKBP Yusuf, Jumat (13/7/2018).

Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan menyatakan bersalah pelaku pencurian di sebuah mini market di Jalan Selindung, Pangkalpinang, yakni Desy (42) yang divonis satu bulan hukuman dengan masa percobaan tiga bulan. Pelaku tidak menjadi tahanan di Polres Pangkalpinang.

Diperiksa di Bandung

Setelah kejadian pemukulan oleh AKBP M Yusuf di minimarket miliknya terhadap seorang ibu dan seorang anak laki-laki diketahui ia langsung terbang ke Bandung untuk mengurus anaknya yang sekolah di sana.

Keberadaan AKBP MY mendapat kan izin dari pimpinan Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Syaiful Zachri Jum'at (13/7/2018) saat melakukan jumpa pers mengatakan, kepergian AKBP MY ke Bandung dipastikan mengantongi izin untuk mengurus anaknya sekolah di sana.

"AKBP MY saat ini berada di Bandung izin mengurus anaknya yang bersekolah di sana izinnya ada," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri

Untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Div Propam Polri dan Polda Jawa Barat.

"Sudah kita koordinasikan baik dengan Div Propam maupun Polda Jawa Barat," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri

AKBP M Yusuf saat ini, Jumat (13/7/2018) sedang menjalani pemeriksaan oleh anggota Divisi Propam Mabes Polri di Polda Jawa Barat.

AKBP MY, oknum polisi yang bertugas di Polda Bangka Belitung yang memukul seorang ibu di sebuah mini market di Pangkalpinang kemudian video pemukulannya viral, saat ini diamankan di Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, saat ini Polda Jabar sudah memangamankan AKBP MY untuk kepentingan pemeriksaan oleh propam.

"Bukan diperiksa, tapi diamankan saja untuk kemudian diperiksa oleh Div Propam Mabes Polri. Hari ini sudah di Mapolda Jabar," ujar Truno via ponselnya, Jumat (13/7/2018).

Pencopotan jabatannya itu berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.



Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Setelah Videonya Viral, Begini Nasib AKBP M Yusuf dan Wanita yang Ia Aniaya di Minimarket, http://bangka.tribunnews.com/2018/07/14/setelah-videonya-viral-begini-nasib-akbp-m-yusuf-dan-wanita-yang-ia-aniaya-di-minimarket?page=all.



Name

Berita,2394,Entertainment,6,Health,1,Internasional,62,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2345,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Nasib AKBP Yusuf dan Wanita Yang Ditendangnya di Minimarket Setelah Video Mereka Viral
Nasib AKBP Yusuf dan Wanita Yang Ditendangnya di Minimarket Setelah Video Mereka Viral
Desy Haumahu warga Cipayung Jawa Barat yang menjadi terdakwa kasus pencurian di sebuah minimarket di jalan Selindung Pangkalpinang matanya berkaca-kaca saat mendengar putusan sidang di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7/2018). Oleh Majelis Hakim, Desy diputus bersalah dan dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan 3 bulan.
https://2.bp.blogspot.com/-VQ1CV8enzO4/W0mlBG2ZrcI/AAAAAAAAUZc/ljjhFHtL6zIGsQwtcuez6lT0BsMdVtZ-gCLcBGAs/s640/AKBP%2BM%2BYusuf%2B-.jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-VQ1CV8enzO4/W0mlBG2ZrcI/AAAAAAAAUZc/ljjhFHtL6zIGsQwtcuez6lT0BsMdVtZ-gCLcBGAs/s72-c/AKBP%2BM%2BYusuf%2B-.jpeg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2018/07/nasib-akbp-yusuf-dan-wanita-yang.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2018/07/nasib-akbp-yusuf-dan-wanita-yang.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy