Duh, KPK Ungkap Gubernur Ganteng 'Alumni 212' dan Kader Kebanggan PAN ini Terima Suap 49 Milyar Dalam Setahun

Duh, KPK Ungkap Gubernur Ganteng 'Alumni 212' dan Kader Kebanggan PAN ini Terima Suap 49 Setahun

MARTIRNKRI.COM - KPK memperbarui angka gratifikasi yang diduga diterima Zumi Zola. Sementara sebelumnya Gubernur Jambi nonaktif itu disebut menerima Rp 6 miliar saat ditetapkan sebagai tersangka, kini angka itu naik drastis.

"Sampai saat ini penyidik telah menemukan bukti bahwa ZZ (Zumi Zola) diduga menerima total Rp 49 miliar selama periode 2016-2017," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

"Perkara tersebut saat ini masih proses penyidikan," ucapnya.

Sebelumnya, Zumi ditetapkan kembali sebagai tersangka. Kali ini, Zumi diduga sebagai pemberi suap ke DPRD Jambi berkaitan dengan 'ketok palu' RAPBD.

Kasus yang menjerat Zumi itu merupakan pengembangan dari perkara yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat 4 orang, yaitu anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriyono, Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi Saipudin.

Dalam perkara itu, Zumi disebut KPK mengetahui dan setuju terkait uang ketok palu serta meminta Arfan dan Saipudin mencari uang agar mendapat pengesahan RAPBD 2018.

Kader Kebanggan PAN

Meski menyesalkan, PAN selaku partai Zumi menyebut mantan aktor itu merupakan kader kebanggaan mereka.

"Zumi Zola merupakan salah satu kader yang dibanggakan oleh PAN karena dalam usia muda sudah mendapat amanah besar menjadi gubernur termuda di Indonesia," ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno saat dihubungi, Kamis (1/2/2018).

PAN disebut Eddy menghormati proses hukum di KPK. PAN disebutnya lagi sangat komit dalam hal pemberantasan korupsi.

Meski demikian, Eddy menyebut partainya tetap akan memberi bantuan hukum kepada Zumi Zola.


"Mengingat Zumi Zola adalah kader PAN, partai akan memberi bantuan dan dukungan penuh kepada Zumi Zola dan memegang teguh asas praduga tak bersalah," tegas dia.


Sumber: Detik.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: