Curhat Ridwan Kamil Anaknya Nangis-nangis Karena Tidak Diterima di SMP N 2 Bandung Karena Sistem Zonasi, Mengharukan Ini Yang Dia Lakukan

Curhat Ridwan Kamil Anaknya Nangis-nangis Karena Tidak Diterima di SMP N 2 Bandung Karena Sisten Donasi., Mengharukan Ini Yang Dia Lakukan

MARTIRNKRI.COM - Kebijakan pemerintah yang menetapkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru kini menuai kontroversi.

Sejumlah pihak ada yang setuju, tapi ada juga yang keberatan dengan sistem zonasi yang digunakan.

Ridwan Kamil pun menceritakan putrinya yang gagal diterima di sekolah yang ia inginkan karena sistem zonasi ini.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia ungkapkan melalui akun Instagram @ridwankamil yang diunggah pada Rabu (11/7/2018).

Ridwan Kamil mengaku bahkan anaknya yang mendaftar ke SMP itu sampai menangis karena tidak diterima.

Kang Emil juga menyatakan, banyak pihak yang menanyakan kenapa dirinya tidak memanfaatkan jabatannya untuk menyisipkan nama anaknya agar diterima.

Meski demikian, ia dan istrinya sepakat untuk tidak melanggar aturan dan mencoba menanamkan nilai-nilai hidup yang benar kepada anaknya.

Setelah memberikan penjelasan kepada sang anak jika ini adalah aturan yang harus ditaati, sang anak pun mau mengerti dan bersekolah di tempat lain.

Ridwan Kamil pun mengatakan apabila sang anak kini gembira karena bersekolah di sekolah swasta,

@ridwankamil: Zara, anak perempuan saya, NEM nya bagus dan mendaftar ke SMPN 2 Bandung.

Namun ia tidak diterima karena tergeser oleh kuota sistem zonasi PPDB Kota Bandung versi awal sebelum yang sekarang.

Ia menangis dan bertanya-tanya. Saya pun ikut patah hati.

Namun Setelah saya terangkan bahwa itu adalah sebuah peraturan yang harus kita hormati akhirnya ia berhenti menangis dan mencoba paham.

Banyak pihak tanya "Anda kan Walikota, Anda kan punya kuasa, bisa kali nyelipin buat anaknya sendiri.

Masa tega ama anaknya sendir?!".

Sya diskusikan panjang dengan Bu Cinta, kami pun sepakat, apa jadinya jika saya ikutan melanggar aturan diam-diam .

Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik.

Maka Ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh demu sebuah tujuan.

Nauzubillah.

Dan Zara kini bahagia dan gembira sekolah di SMP swasta.

Semoga ini menjadi hikmah, bahwa mungkin kita tidak menyukai sebuah aturan yg membuat kita di pihak yang kalah.

Namun aturan tetaplah aturan. Kesuksesan tidak selalu harus dengan bersekolah di negeri.

Kesuksesan datang dari bagaimana kita menyiasati sebuah takdir.

Mari kita hormati.



Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ridwan Kamil Curhat, Anaknya Menangis Tak Diterima di Sekolah yang Diinginkan karena Sistem Zonasi, http://wow.tribunnews.com/2018/07/11/ridwan-kamil-curhat-anaknya-menangis-tak-diterima-di-sekolah-yang-diinginkan-karena-sistem-zonasi?page=all&_ga=2.46068065.417811159.1531219162-1551187509.1525029525.

facebook -->

Subscribe to receive free email updates: