Tidak Pikirkan Akibatnya Fatal! Mengaku Korban Penganiaayaan Motif Merbot Masjid di Garut Ini Sebar Berita Hoax Ternyata Demi.....

Mengaku Korban Penganiaayaan Motif Merbot Masjid di Garut Ini Sebar Berita Hoax Ternyata Demi.....

MARTIRNKRI.COM - Polda Jabar menghadirkan Uyu Ruhyana (56) dalam gelar perkara di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Pria asal Garut yang sempat viral karena dikabarkan menjadi korban penganiayaan itu mengakui berita itu tidak benar.

Uyu mengakui merekayasa kejadian karena penghasilannya sebagai marbut Masjid Besar Al Istiqomah di Pamengpeuk Garut tidak cukup memenuhi kebutuhan ekonomi.

"Saya ingin menyampaikan kejadian yang beredar di Facebook hanya rekayasa saya," katanya, Kamis (1/3).

Munculnya ide itu berawal ketika anaknya meminta dibelikan mesin pemotong rumput untuk kerja. Namun, ia kebingungan karena gajinya sebesar Rp 125 ribu hanya cukup untuk keperluan rumah tangga. Itupun masih kurang. Sempat ada keinginan untuk pinjam uang. Tetapi tidak tahu harus minta tolong ke siapa.

Hingga akhirnya, pada Selasa (27/2) malam ia mendapatkan ide untuk berpura-pura menjadi korban penganiayaan. Tujuannya menarik simpati dari masyarakat.

"Perbuatan itu saya mengharapkan dikasih uang," terangnya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa seorang marbut Masjid Besar Al-Istiqomah di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut dianiaya seorang tak dikenal.

Kabar itu tak hanya beredar melalui pesan berantai via WhatsApp, namun muncul pemberitaan di sejumlah media online.

Dari pesan itu disampaikan kronologis bahwa Uyu ditemukan di dalam masjid dalam kondisi tangan kaki terikat, mulut sudah disumpal di samping kursi kayu yang patah sebelum salat subuh.

Di pesan yang tak jelas itu pun disampaikan bahwa korban mengalami luka senjata tajam.

Namun, Polda Jabar memastikan berita penganiayaan itu hoax. Hasil pemeriksaan sementara, korban mengakui bahwa peristiwa tersebut merupakan rekayasa dari korban itu sendiri.

"Motifnya adalah masalah ekonomi di mana korban selaku marbut masjid tidak ada yang memperhatikan," ujar Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana.

Sumber: Merdeka.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: