Sudah Berbulan-bulan Jalani Hukuman, Akhirnya Ahok Ajukan Peninjauan Kembali Putusan Hakim, Terungkap Karena Ini Alasannya

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat manuver hukum mengejutkan saat dirinya mendekam di Rutan Mako Brimob Kepala Dua, Jakarta.

Sudah Berbulan-bulan Jalani Hukuman, Akhirnya Ahok Ajukan Peninjauan Kembali Putusan Hakim, Terungkap Karena Ini Alasannya

MARTIRNKRI.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat manuver hukum mengejutkan saat dirinya mendekam di Rutan Mako Brimob Kepala Dua, Jakarta.

Awal 2018, tepatnya, Jumat (5/1/2018), Ahok mendaftarkan gugatan cerai pada istrinya  Veronica Tan, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, melalui pengacara dari Law Firm Fifi Lety Indra & Partners.

Publik syok dan terkejut atas gugatan ini. Pendukung Ahok sangat sedih dan bahkan selalu menyebut berita gugatan ini sebagai hoaks.

Sedangkan kelompok anti-Ahok menggunakan berita ini sebagai pembenaran dan indikasi politik tingkat dewa yakni menyelamatkan harta gono gini Veronica jika di kemudian hari ada masalah hukum pada Ahok.

Saat publik sudah mulai menerima proses cerai ini, publik kembali heboh setelah Ahok mengajukan Peninjauan Kembali kasus penistaan agama yang membelitnya dan membuatnya mendekam di Rutan Mako Brimob.

Mahkamah Agung membenarkan telah menerima berkas memori peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama, dan sidangnya direncanakan akan digelar pekan depan.

"Persidangannya akan dilakukan Senin, 26 Februari 2018," kata Jootje Sampaleng, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada wartawan di kantornya, Senin (19/02).

Mahkamah Agung (MA) membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima berkas memori pengajuan Peninjauan Kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama, pada 2 Februari lalu.

"Permohonan PK diajukan oleh pemohon I terpidana secara tertulis yang diajukan penasihat hukumnya Josefina Syukur dan Fifi Lety Indra," kata Kepala biro hukum dan humas Mahkamah Agung, Abdullah, Senin (19/02) dalam keterangannya kepada media.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi kuasa hukum Ahok, Josefina Syukur dan Fifi Lety Indra atas keputusan Ahok mengajukan PK dalam kasus penodaan agama.

Menurut Abdullah, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah mengeluarkan penetapan penunjukan hakim yang memeriksa permohonan atau alat bukti yang dijadikan dasar untuk mengajukan upaya hukum PK.

Hakim juga telah menetapkan hari sidang pertama yaitu pada Senin tanggal 26 Februari 2018 mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Namun lokasi persidangan bisa diubah karena berbagai alasan.

Ahok telah divonis dua tahun pidana penjara karena dianggap terbukti bersalah melakukan penodaan agama. Ahok ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Majelis hakim diketuai Dwiarso Budi Santriarto, bersama Abdul Rosyad, Jupriyadi, Joseph V Rahantokman (meninggal dunia dan digantikan Didik Wuryanto) serta I Wayan Wirjana.

Usai divonis bersalah, sempat terlontar bahwa Ahok akan mengajukan banding, namun belakangan Ahok mencabut pengajuan banding atas putusan majelis hakim pengadilan Jakarta Utara dalam kasus tersebut.

Keluarga dan kuasa hukum Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menyatakan secara resmi mencabut pengajuan banding atas putusan majelis hakim pengadilan Jakarta Utara dalam kasus penodaan agama.

Tindakan itu ditempuh sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Ahok, seperti tertulis dalam suratnya yang ditulis di penjara markas Brigmob.

Sejak awal dakwaan penistaan agama yang diajukan kepadanya mengundang kontroversi karena beberapa pihak berpendapat bahwa dakwaan tersebut dianggap terlalu berlebihan.

Di tengah kontroversi itu -menurut pengamat politik Islam, Hamid Basyaib- maka keputusan mencabut banding adalah sesuatu yang tepat.

"Tingkat polarisasi Indonesia sekarang sudah cukup runcing. Kegerahan konfliktual benar-benar terasa dan menyentuh aspek yang paling gawat: keyakinan dan agama. Saya kira dia (Ahok) menghitung hal itu karena suasana konfliktual yang terjadi sudah melampaui dosis yang wajar dalam masyarakat yang plural."

"Yang kedua, saya kira tak ada jaminan juga bahwa bandingnya akan dikabulkan, akan meringankan dia," tambah Hamid.

Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa pencabutan banding demi peredaan ketegangan politik tersebut akan membawa bayaran berupa melemahnya kebebasan berekspresi.

Namun pengamat politik Daniel Dhakidae menangkal hal itu.

"Tidak akan melunturkan (kebebasan berekspresi). Apalagi kaum kelas menengah, cendekiawan Indonesia tidak akan runtuh hanya karena Ahok membatalkan itu," kata Daniel.

"Yang kedua, tuntutan internasional juga tidak akan kendor. Karena urusannya kan bukan banding atau bukan, urusannya harus bebas total yang dalam istilah hukumnya vrijspraak."

Keputusan untuk mencabut banding pengadilan adalah keputusan Ahok sendiri dan keluarga, yang dituangkan dalam surat yang dibacakan istri Ahok Veronica Tan di hadapan para wartawan di sebuah rumah makan di Jakarta Pusat.

Lewat suratnya. Ahok juga meminta agar para pendukungnya berhenti melakukan aksi.

"Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa. Apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita," tulis Ahok dari dalam penjara, yang dibacakan sambil menangis oleh Veronica Tan.

Permohonan Ahok ini pun, menurut para pendukungnya, akan diikuti.

"Untuk saat ini saya mendukung karena pasti sudah dipikirkan matang-matang. Kalau sekarang kita ikut demo, tidak akan selesai-selesai sih. Nanti dari kubu sebelah juga akan demo lagi. Kita tidak tahu mau sampai kapan. Mungkin bisa dilakukan dengan aksi yang lain yang tidak harus turun ke jalan," kata Tommy Chandra.

"Tentunya kita akan mendukung apapun keputusannya walaupun itu sangat berat. Tapi di satu sisi, sebagai orang nasionalis dan melihat bahwa keadilan ini sudah runtuh, sangat menyakitkan ketika kita tidak boleh berjuang untuk sesuatu yang kita tahu sebagai kebenaran," respons Leny Kurniaty.

Vonis dua tahun penjara atas Ahok pada 9 Mei lalu memicu sejumlah aksi unjuk rasa menuntut pembebasannya di berbagai kota di Indonesia maupun di dunia.

Beberapa badan dunia juga melihat vonis atas Ahok sebagai serangan terhadap kebebasan dan keragaman di Indonesia.

Setelah jalani hukuman, kini Ahok mengajukan PK ke Mahkamah Agung, apa alasannya?

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jootje Sampaleng mengatakan, pihak Ahok menilai hakim khilaf saat memvonis Ahok.

"Kesimpulannya, mereka (tim kuasa hukum Ahok) menilai ada kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata," kata Jootje di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Meski demikian, ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan apabila tim kuasa hukum Ahok dapat memberikan bukti-bukti baru atau novum.

"Mereka akan sampaikan apakah ada bukti-bukti tambahan yang lain, nanti kita lihat pada acaranya," kata Jootje.

Ada tiga alasan yang dapat membuat terpidana mengajukan PK ke MA.

Alasan-alasan tersebut adalah adanya bukti baru, kekhilafan hakim, dan pertentangan putusan.

Namun, seorang pemohon tidak harus memiliki ketiga alasan di atas.

"Tidak selamanya demikian, boleh tiga-tiganya alasan itu, boleh tidak. Silakan saja, mereka, kan, boleh berpendapat," ujarnya. 

Ahok akan memulai persidangan PK atas vonis yang diterimanya pada kasus penodaan agama, 26 Februari 2018.

Artikel ini diambil dari kompas.com berjudul: Ini Alasan Ahok Ajukan PK ke Mahkamah Agung


Name

Berita,2308,Entertainment,6,Health,1,Internasional,61,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2260,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Sudah Berbulan-bulan Jalani Hukuman, Akhirnya Ahok Ajukan Peninjauan Kembali Putusan Hakim, Terungkap Karena Ini Alasannya
Sudah Berbulan-bulan Jalani Hukuman, Akhirnya Ahok Ajukan Peninjauan Kembali Putusan Hakim, Terungkap Karena Ini Alasannya
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat manuver hukum mengejutkan saat dirinya mendekam di Rutan Mako Brimob Kepala Dua, Jakarta.
https://1.bp.blogspot.com/-_dJVvVCcZhs/WotMqrd5SBI/AAAAAAAAQ4k/vBGVnvtNUnMdMjdnpsDeSyykX-9D6tsGwCLcBGAs/s640/Ahok%2BSaat%2Bdi%2BLapas%2BCipinang.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-_dJVvVCcZhs/WotMqrd5SBI/AAAAAAAAQ4k/vBGVnvtNUnMdMjdnpsDeSyykX-9D6tsGwCLcBGAs/s72-c/Ahok%2BSaat%2Bdi%2BLapas%2BCipinang.jpg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2018/02/sudah-berbulan-bulan-jalani-hukuman.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2018/02/sudah-berbulan-bulan-jalani-hukuman.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy