Bank Syar'i Pertama Indonesia Ini Terancam Gulung Tikar, ICMI Garis Bawahi Ini Bisa Jadi Sinyal Sistem Ekonomi Syariah Gagal

Bank Syar'i Pertama Indonesia Ini Terancam Gulung Tikar, ICMI Garis Bawahi Ini Bisa Jadi Sinyal Sistem Ekonomi Syariah Gagal
MARTIRNKRI.COM -  PT Bank Muamalat Indonesia saat ini masih sibuk mencari investor.

Beberapa pihak berharap bank syariah pertama di Indonesia tersebut tidak gulung tikar.

"Bank Muamalat itu penting karena sisinya simbolis. Kalau dia bangkrut, kalau dia gagal berarti sistem ekonomi syariah itu gagal," ujar Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (19/2)

Menurutnya, bank yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu tersebut harus diselamatkan.

"Dia adalah bank pertama, dan kita memulainya dengan susah payah awalnya tahun 89 dengan lokakarya," kata Jimly.

Belakangan, batalnya rencana PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (Padi) mengakuisi saham Bank Muamalat menjadi sorotan publik.

Dikhawatirkan Bank Muamalat diambil investor asing dan berganti nama.

Sebelumnya PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) gagal mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk. Berakhirnya perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share subscription agreement (CSSA) menjadi alasan keduanya gagal bersatu.

Sesuai perjanjian, CSSA tersebut berakhir pada 31 Desember 2017.

"Kami juga sudah dimintai konfirmasinya oleh Muamalat, CSSA berakhir, sehingga tidak lagi menjadi standby buyer Muamalat," ujar Direktur PADI Harry Danadjojo, Rabu (7/2/2018).

Proses masuknya PADI ke dalam Bank Muamalat memang berkaitan dengan proses rights issue bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

Muamalat rencananya akan rights issue dengan PADI sebagai pembeli siaga atau standby buyer.

PADI disebut-sebut perlu menyiapkan dana sekitar Rp 4,5 triliun sebagai standby buyer. Dana sebesar itu akan setara dengan 51 persen kepemilikan saham Muamalat.

Rencana rights issue yang bakal digelar PADI juga sempat dikaitkan dengan rencana mengakuisisi Muamalat.

Aksi korporasi tersebut merupakan upaya PADI menggalang dana untuk memuluskan rencana masuk ke Muamalat.

Namun, Harry menampik rumor tersebut. "Rights issue yang baru kami peroleh persetujuannya dari pemegang saham tidak ada kaitannya dengan akuisisi Muamalat,"  ucap Harry. (RMOL/Kompas.com)
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: