Wagubernur Sandiaga Uno Masih Bingung Tentukan Payung Hukum untuk Becak Yang Tahun 1967 Saja Sudah Dilarang Di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum bisa memastikan payung hukum yang akan digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur keberadaan becak. Dia enggan berspekulasi.

Wagubernur Sandiaga Uno Masih Bingung Tentukan Payung Hukum untuk Becak Yang Tahun 1967 Saja Sudah Dilarang DI Jakarta

MARTIRNKRI.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum bisa memastikan payung hukum yang akan digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur keberadaan becak. Dia enggan berspekulasi.

Sandi menyebut, baik peraturan daerah (Perda) atau peraturan gubernur (Pergub) yang nantinya akan digunakan untuk mengatur becak ini harus dipersiapkan dengan matang.

"Belum tahu (Perda atau Pergub) kami belum bisa berspekulasi," kata Sandi di Pulau Bidadari, Jakarta Kepulauan Seribu, Senin (29/1).

Menurutnya, banyak pertimbangan untuk membuat payung hukum terkait legalisasi becak di ibu kota.

Kata Sandi, gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berhati-hati untuk mengeluarkan Pergub tentang becak, karena Anies dan dia tidak ingin terlalu banyak menerbitkan Pergub seperti pemerintah terdahulu.

Sementara, jika membuat Perda becak diperlukan waktu yang lama.

"Saya lihat kami harus betul-betul melihat regulasinya seperti apa, karena kami tidak mau setiap dua hari menerbitkan Pergub. Saya perlu bicara dulu dengan Gubernur," kata Sandi.

Sandi mengaku belajar dari pemerintahan sebelumnya terkait aturan-aturan atau payung hukum yang dikeluarkan. Pada 2017, kata Sandi, Pemprov telah mengeluarkan sedikitnya 200 Pergub dalam satu tahun.
Lihat juga: Utak-atik Aturan dan Celah 'Melawan' Kebijakan Becak Anies

Artinya, kata Sandi, setiap dua hari sekali Pemprov telah mengeluarkan Pergub. Dia sendiri mengaku tak ingin melakukan hal yang sama.

"Kami harus mengurangi regulasi untuk kemudahan baik itu usaha, baik itu dalam melayani warga, dan tidak menimbulkan banyak regulasi," kata dia.

Pemerintah DKI Jakarta berencana melegalkan becak beroperasi di perkampungan Jakarta. Gubernur DKI Anies Baswedan beralasan, selain memenuhi keadilan, legalisasi becak juga untuk penataan dan kontrol terhadap transportasi roda tiga itu.

Menurut anies, banyak warga di Jakarta yang masih mengandalkan becak untuk transportasi lingkungan di perkampungan.

Sementara itu jauh sebelum Gubernur Anies kembali membolehkan, becak di Ibukota tahun 1967 tidak lagi diakui sebagai moda transportasi umum masyarakat.

Setelah Ali Sadikin berkuasa, ada kawasan yang disebut "Zona Bebas Becak". “Kalau mereka sudah berbondong-bondong melintasi jalan-jalan besar, polisi susah mengaturnya,” ujarnya dalam Bang Ali: Demi Jakarta 1966-1977 (1993: 231).

Ali Sadikin secara bertahap berusaha menghilangkan becak dari tengah Kota Jakarta. Pemerintah berusaha mengganti becak dengan bemo. Pada 1967, becak tak diakui sebagai angkutan umum di Jakarta, meski tak bisa hilang begitu saja.

Pada 1972 juga muncul isu yang sama. Tak hanya becak, pada tahun itu Oplet juga ditertibkan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk dijadikan angkutan luar kota. Jalur yang tak dilalui Oplet digantikan bus-bus kota.

“Selambat-lambatnya, akhir Pelita II (1979) becak sudah harus hapus dari wilayah DKI Jakarta. Ini sesuai dengan Surat Keputusan DPRD DKI Jakarta Nomor 10/13/DPRD/1972 yang memperkuat Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengenai masalah penghapusan becak,” tulis Kompas (3/12/1977).

Menurut catatan Erwiza Erman, pada 1970 ada larangan produksi becak baru dan surat izin juga tak dikeluarkan lagi (hlm. 418).

Meski ada niatan itu, setelah Ali Sadikin digantikan Tjokropranolo pada 1977 sebagai gubernur DKI Jakarta, becak masih tetap beroperasi sampai 1980-an. Di tahun yang sama ketika gubernur berganti itu adalah tahun kemenangan golongan Karya (Golkar) dalam Pemilu secara keseluruhan, tapi tidak menang di daerah Jakarta.

Gubernur Tjokropranolo dianggap longgar untuk urusan becak. Tukang becak bisa leluasa lagi cari makan di Jakarta. Tjokropranolo, yang biasa disapa Bang Nolly, juga berasal dari militer juga seperti Ali Sadikin. “[Tjokropranolo] dianggap sebagai pejabat yang lamban. Tapi tak sedikit yang cemas. Terutama tukang becak, yang di bawah Tjokropranolo menikmati keleluasaan beroperasi,” lanjut Erwiza.

Bahkan, di masa kampanye jelang Pemilu 1982, seperti dicatat Tempo (Volume 19, 1990), ketika tukang becak dikumpulkan di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Bang Nolly bersama istri hadir di sana. Bang Nolly dan istri datang dengan naik becak. Bang Nolly jadi pahlawan bagi para abang becak. Dia sesumbar: “Pemda DKI tak akan menghapuskan becak di Jakarta” (hlm. 74).

Setelah 1982, tukang becak Jakarta melihat kenyataan Bang Nolly tak jadi gubernur lagi. Nasib becak dan pengayuhnya makin suram. Tjokropranolo digantikan R. Soeprapto, juga seorang jenderal. Soeprapto jadi gubernur hingga 1987. Pada 1980-an, menurut Erwiza, jumlah becak di Jakarta menurun menjadi 55 ribu unit. R. Soeprapto adalah orang yang yakin becak-becak itu akan punah secara alamiah (hlm. 419).


(CNN Indonesia/Tirto)


Name

Berita,2424,Entertainment,6,Health,1,Internasional,62,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2375,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,119,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Wagubernur Sandiaga Uno Masih Bingung Tentukan Payung Hukum untuk Becak Yang Tahun 1967 Saja Sudah Dilarang Di Jakarta
Wagubernur Sandiaga Uno Masih Bingung Tentukan Payung Hukum untuk Becak Yang Tahun 1967 Saja Sudah Dilarang Di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum bisa memastikan payung hukum yang akan digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur keberadaan becak. Dia enggan berspekulasi.
https://1.bp.blogspot.com/-lc0Mg0giNqU/Wm7Wz3kBwqI/AAAAAAAAP34/gXIx1-bqDOQr1DJzyMkUa43OIgUZ8oXCgCLcBGAs/s640/becak-jadul.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-lc0Mg0giNqU/Wm7Wz3kBwqI/AAAAAAAAP34/gXIx1-bqDOQr1DJzyMkUa43OIgUZ8oXCgCLcBGAs/s72-c/becak-jadul.jpg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2018/01/wagubernur-sandiaga-uno-masih-bingung.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2018/01/wagubernur-sandiaga-uno-masih-bingung.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy