Syukurlah! Pasangan Korban yang Dituduh Oleh RT dan RW-nya Itu Akhirnya Resmi Menikah....



MARTIRNKRI.COM - Dua sejoli, R dan MA yang menjadi korban persekusi karena dituduh berbuat mesum di Cikupa, Tangerang akhirnya menikah pada Selasa (21/11/2017). Pernikahan tersebut memang direncanakan oleh kedua pasangan itu sebelum terjadi kasus persekusi.

"Ya hari ini mereka telah resmi menikah. Kami hanya ingin membantu niatan baik pasangan ini," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif saat dikonfirmasi.

Pernikahan tersebut, lanjut Sabilul dilangsungkan di rumah orangtua R di wilayah Tigaraksa, Tangerang dan difasilitasi oleh kepolisian.

"Ini merupakan bentuk upaya pihak kepolisian dalam membantu korban persekusi," imbuh dia.

Salah satu saksi nikahnya adalah Lurah Kaduagung, Sulaeman.

"Betul, akad nikah baru saja usai," kata Sulaeman.

Mempelai pria mengenakan kemeja putih berpeci hitam.

Sedangkan mempelai perempuan mengenakan jilbab biru dan gaun panjang biru laut bercorak bunga dan daun.

Pernikahan ini dihadiri keluarga dan kerabat R serta disaksikan aparat pemerintahan setempat.

“Sekarang nikah secara agama dulu, nanti  diurus secara negara,” kata Sulaeman.

Pasangan R dan MA yang menjadi korban persekusi Cikupa, hari ini, Selasa, 21 November 2017, melangsungkan pernikahan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Pasangan R dan MA yang menjadi korban persekusi Cikupa, hari ini, Selasa, 21 November 2017, melangsungkan pernikahan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Sebelumnya diberitakan R dan MA menjadi korban penganiayaan sekelompok orang karena dituduh berbuat mesum di sebuah kontrakan di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (11/11/2017) silam.

Video aksi main hakim sendiri terhadap R dan MA yang dituduh berbuat mesum pun beredar luas di media sosial.

Dalam video itu, selain menganiaya, sekelompok orang tersebut juga memaksa mereka melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya.

Seusai membuka pakaian kedua orang itu, sekelompok orang mengaraknya. Korban perempuan berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti.

Sabilul menerangkan, kedua pasangan kekasih itu tidak berbuat mesum. Warga salah paham lantaran mendapati pasangan itu berada dalam satu kontrakan pada malam hari.

Atas peristiwa ini, polisi kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah G, T, A, I, S, dan N.

Mereka terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan juncto Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sumber: Kompas.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: