Orasi! Amien Rais Bilang Rela Kalau Buni Yani Divonis Hukum Asal....

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menghadiri sidang pembacaan vonis pelanggaran Undang-Undang Informasi Teknologi (UU ITE) dengan terdakwa Buni Yani. Amien tiba di dalam ruang sidang yang berada di Lantai 4 Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung pada pukul 11.00 WIB.

Amien Rais
Amien Rais
MARTIRNKRI.COM - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menghadiri sidang pembacaan vonis pelanggaran Undang-Undang Informasi Teknologi (UU ITE) dengan terdakwa Buni Yani. Amien tiba di dalam ruang sidang yang berada di Lantai 4 Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung pada pukul 11.00 WIB.

Ia mengenakan baju lengan panjang berwarna putih dan kopiah hitam. Tak ada komentar dari Amien saat memasuki ruang sidang. Sejumlah pendukung Buni tampak mempersilakan Amien duduk di kursi baris kedua bersebelahan dengan Eggi Sudjana yang lebih dulu datang.

Sebelum memasuki ruang sidang, Amien sempat menyampaikan orasi dari mobil komando pendukung Buni Yani yang berada di luar gedung.

Dalam orasinya, Amien meminta massa terus mendukung keadilan untuk Buni. Ia menyatakan sidang yang dihadapi Buni merupakan kriminalisasi. "Saya ingin semua membela Buni Yani yang dikriminalisasi," ujar Amien.

Ia juga berharap majelis hakim memberikan putusan bebas terhadap Buni. Kalau pun tidak, ia mengatakan Buni masih bisa menempuh langkah hukum lanjutan.

"Mudah-mudahan (vonis majelis hakim) masuk akal, syukur-syukur dibebaskan. Tapi kalau tidak bisa, masih ada banding," katanya.

Amien mengatakan apabila vonis terhadap Buni ringan, maka ia mengajak massa menerima putusan. Namun jika vonis terhadap Buni berat maka ia mendukung Buni menempuh langkah hukum lanjutan.

"Kalau (vonisnya) enteng kita terima, kalau berat kita akan lanjutkan usaha," katanya.

Selain Amien dan Eggi, tokoh lain yang juga hadir di dalam sidang ialah Fahira Idris, Neno Warisman, dan Novel Bamukmin.

Saat ini, majelis hakim yang dipimpin M Saptono tengah membacakan uraian saksi secara bergantian dengan tiga hakim anggota lainnya.

Penyidik Polda Metro Jaya menjadikan Buni Yani sebagai tersangka terkait penyebaran video Basuki Tjahaja Purnama yang bermuatan SARA pada Rabu, 23 November 2016. Kasus hukumnya terjadi karena mengunggah penggalan video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait pidato yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

Dalam dakwaan yang dibacakan pada Selasa (3/10/2017), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi M Taufik menuntut Buni dua tahun penjara dan denda Rp100 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. Jaksa menilai Buni secara sah meyakinkan telah melanggar UU ITE.

Buni didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 yang berbunyi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik".

Atas tuntutan tersebut, Buni tidak terima. "Sekarang ini yang terjadi, bahwa saya dituduh memotong video, tapi saya yang disuruh membuktikan saya tidak memotong video, kan stupid gitu loh. Gimana ceritanya, belajar ilmu hukum dari mana?" ujar Buni Yani.

Polisi menerapkan pengamanan berlapis demi menjaga keamanan sidang Buni. Sekitar 1.032 personel dari pasukan antihuru hara, Brimob, dan aparat kepolisian lainnya dikerahkan untuk mengamankan sidang. Selain itu polisi juga menyiapkan tiga uni barracuda, satu mobil water canon, dan pagar kawat berduri sepanjang kurang lebih 20 meter di depan pintu masuk gedung sidang.

"Pola pengamanan sendiri, kita terapkan empat ring," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. Pengamanan meliputi ruang sidang, gedung sidang, halaman depan gedung, dan jalur lalu lintas di sekitar gedung sidang.

Sumber: Tirto.id


Name

Berita,2301,Entertainment,6,Health,1,Internasional,61,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2253,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Orasi! Amien Rais Bilang Rela Kalau Buni Yani Divonis Hukum Asal....
Orasi! Amien Rais Bilang Rela Kalau Buni Yani Divonis Hukum Asal....
Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menghadiri sidang pembacaan vonis pelanggaran Undang-Undang Informasi Teknologi (UU ITE) dengan terdakwa Buni Yani. Amien tiba di dalam ruang sidang yang berada di Lantai 4 Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung pada pukul 11.00 WIB.
https://3.bp.blogspot.com/-UAog1Xsetms/WgqD6ddg4fI/AAAAAAAAMRY/U9_kSolRJhYwIk3osau9qcDizWzht_H4ACLcBGAs/s640/Amien%2BRais%2BDemo%2BSidang%2BBuni%2BYani.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-UAog1Xsetms/WgqD6ddg4fI/AAAAAAAAMRY/U9_kSolRJhYwIk3osau9qcDizWzht_H4ACLcBGAs/s72-c/Amien%2BRais%2BDemo%2BSidang%2BBuni%2BYani.jpeg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2017/11/orasi-amien-rais-bilang-rela-kalau-buni.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2017/11/orasi-amien-rais-bilang-rela-kalau-buni.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy