Napi Teroris Bikin Ulah Tahanan Mako Brimob Salemba Rusuh, Gara-garanya....

Tahanan
Ilustrasi Tahanan
MARTIRNKRI.COM - Tahanan terkait kasus terorisme di Rutan Brimob Kelapa Dua Depok sempat membuat keributan dengan melawan petugas saat dilakukan razia handphone. Belum ada pejabat Brimob yang memberikan konfirmasi, namun situasi terpantau kondusif.

Pantauan wartawan, Jumat (10/11) sekitar pukul 21.30 WIB, terlihat beberapa personel yang bertugas di pintu utama Mako Brimob siaga dengan senjata lengkap. Aktivitas mereka biasa saja.

Demikian juga dengan arus lalu lintas di depan Mako Brimob terpantau lancar. Tidak ada penutupan jalan ataupun penambahan personel di depan gerbang.

Warga sekitar mengaku tidak tahu ada kejadian apa-apa. Karena kejadian itu berada di dalam area yang steril dari orang umum. "Di luar nggak kedengaran apa-apa. Cuma tadi aja si sekitar setengah delapan ramai mobil bersirine," kata Henda salah satu penjual makanan di dekat Mako Brimob yang dimintai keterangan.

Namun dia tidak tahu apakah itu ada kaitannya dengan kejadian yang ramai diberitakan. Dirinya mengaku tidak tahu perihal kejadian itu. "Saya sih enggak tahu apa-apa. Cuma yang saya lihat tadi ramai mobil masuk," pungkasnya.

Narapidana teroris di Mako Brimob cabang Rutan Salemba mengamuk sekitar pukul 16.00 WIB. Penyebabnya, mereka tak terima digeledah oleh petugas Densus yang sedang jaga.

"Bahwa benar setelah Solat Jumat para tahanan di masukan ke sel masing-masing. Setelah masuk sel, piket Densus melepas kunci yang ada di kamar A5 dan C5 (RB) karena ada selotan kunci dari dalam demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka pintu sel," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto dalam pesan singkatnya, Jumat (10/11).

Rikwanto menambahkan, salah satu tahanan ada yang tidak terima dan memancing petugas dengan ucapan kasar. Kemudian, salah satu petugas ada yang terpancing dengan ucapan napi itu.

"Dan ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya," ucapnya.

Selanjutnya, petugas menembakkan senjata ke atas untuk memberi tanda terjadi kerusuhan sekaligus memberikan peringatan kepada para narapidana.

"Sampai saat ini suasana sudah bisa direda oleh piket Densus, setelah itu anggota siaga di piketan sambil menunggu perkembangan. Namun para tahanan tetap masih ada yang takbir takbir sehingga memicu yang lain," katanya.

Rikwanto menambahkan, Kaur Wartah AKP Ahmat kemudian berkoordinasi dengan Brimob untuk mem-back up penjagaan di Rutan Salemba. Akibat aksi napi itu, sejumlah fasilitas rutan rusak seperti pintu sel tahanan dijebol, pintu pagar lorong blok dan kaca jendela.


Sumber: Merdeka.com
facebook -->

Subscribe to receive free email updates: