Di Depan Fadli Zon, Buni Yani Curhat 'Mewek-mewek' Cerita Latar Belakang Keluarganya Agar Seluruh Dunia Tahu Dia Tak Mungkin Lakukan Ujaran Kebencian Ke Ahok....

Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani mengadukan kejanggalan proses hukum kasusnya kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon siang ini. Saat bertemu Fadli, Buni Yani juga mengeluh seluruh pekerjaan seperti riset dan kegiatan akademik lainnya terhenti karena harus mengikuti proses hukum atas kasusnya.

Buni Yani
Buni Yani
MARTIRNKRI.COM - Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani mengadukan kejanggalan proses hukum kasusnya kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon siang ini. Saat bertemu Fadli, Buni Yani juga mengeluh seluruh pekerjaan seperti riset dan kegiatan akademik lainnya terhenti karena harus mengikuti proses hukum atas kasusnya. 

"Ini sudah lebih dari setahun kasus saya sangat membebani. Enggak bisa apa-apa, riset doktoral saya harus berhenti. Padahal saya lagi riset. Terakhir saya ke Seoul, Bangkok, semua riset-riset," kata Buni di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11).

"Saya menulis buku, artikel dan bahkan sempat jadi konsultan untuk pendirian museum popular culture di Korea. Saya menulis tentang musik pop Filipina, saya diundang, terhenti semua," sambungnya.

Buni menyayangkan, kasusnya dikait-kaitkan dengan kepentingan politik. Dia membantah tuduhan telah melakukan ujaran kebencian terkait video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membicarakan surat Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

"Saya dikait-kaitkan dengan politik. Saya sudah bicara sejak awal bahwa ketika orang menuduh saya melakukan hate speech berdasarkan pasal 28 ayat 2 saya bilang enggak mungkin," tegasnya.

Dia menegaskan tidak mungkin menyebarkan ujaran kebencian terkait Ahok. Buni bercerita, dirinya terlahir dari keluarga dan lingkungan yang sangat plural.

"Saya berasal dari keluarga yang sangat plural. Kakek saya haji, saya punya saudara, menikah sama orang Hindu di Lombok. Pindah ke agama Hindu. Sepupu ibu saya menikah sama orang Manado, kemudian pindah ke agama Kristen. Tapi kalau ada acara besar semua datang ke rumah. Kita sangat plural," tegas dia.

Tak hanya di lingkungan keluarga, Buni mengaku menjadi minoritas saat kuliah S1 di Bali, S2 di Amerika Serikat hingga melakukan penelitian di Belanda dan Filipina.

"Lalu saya kuliah ke Bali S1 di sana, masuk sastra inggris 5,5 tahun saya jadi minoritas di sana. Terus saya dapat beasiswa ke Amerika, juga yang kasih beasiswa orang agama lain. Saya jadi minoritas di sana. Lalu dapat penelitian PhD di Belanda, saya jadi minoritas lagi di sana. Penelitian 4 bulan di Manila untuk penelitian saya," ujarnya.

Oleh karena itu, dia melakukan ujaran kebencian terkait isu SARA dan Ahok. Tuduhan dan dakwaan tersebut, kata dia, merupakan bentuk kriminalisasi yang tidak berdasar.

"Bagaimana mungkin orang yang punya track record selama hidupnya lalu keluarganya berasal begitu plural mau mengungkapkan hate speech itu luar biasa tuduhan yang tidak berdasar. Kami merasa ini kriminalisasi," klaim Buni Yani.

Soal pemotongan video pidato Ahok, Buni Yani menyebut dirinya hanya mengunggah video dari akun media NKRI di akun facebook. Dia berujar tidak mentranskrip isi pidato Ahok dan hanya mengajak netizen berdiskusi mengenai isi video tersebut lewat akun facebook pribadinya.

Atas dasar itu, Buni menganggap tak ada unsur pidana terkait tindakannya tersebut. Hal itu dikuatkan dengan keterangan dari ahli bahasa dan ahli hukum bahwa tidak ada ujaran kebencian atas tulisannya mengenai video pidato Ahok di akun facebooknya.

"Saya sudah biasa menulis. Ini enggak ada kaitannya dengan hukum pidana bahwa orang mengutip lalu ada yang hilang. Pakai tanda kurung itu hal biasa. Tidak bisa dibawa ke pidana. Ahli bahasa lebih pinter dari saya mengatakan tidak bisa dibawa ke pidana," tambahnya.


Sumber: Merdeka.com


Name

Berita,2308,Entertainment,6,Health,1,Internasional,61,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2260,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Di Depan Fadli Zon, Buni Yani Curhat 'Mewek-mewek' Cerita Latar Belakang Keluarganya Agar Seluruh Dunia Tahu Dia Tak Mungkin Lakukan Ujaran Kebencian Ke Ahok....
Di Depan Fadli Zon, Buni Yani Curhat 'Mewek-mewek' Cerita Latar Belakang Keluarganya Agar Seluruh Dunia Tahu Dia Tak Mungkin Lakukan Ujaran Kebencian Ke Ahok....
Terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani mengadukan kejanggalan proses hukum kasusnya kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon siang ini. Saat bertemu Fadli, Buni Yani juga mengeluh seluruh pekerjaan seperti riset dan kegiatan akademik lainnya terhenti karena harus mengikuti proses hukum atas kasusnya.
https://1.bp.blogspot.com/-MA4luYtDhyw/Wfrh7MnRenI/AAAAAAAALT0/YFtIU-OXAkc6QuLA636R4hF62BrKHX9MwCLcBGAs/s640/Buni%2BYani%2BMengadu%2BKe%2BFadli%2BZon.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-MA4luYtDhyw/Wfrh7MnRenI/AAAAAAAALT0/YFtIU-OXAkc6QuLA636R4hF62BrKHX9MwCLcBGAs/s72-c/Buni%2BYani%2BMengadu%2BKe%2BFadli%2BZon.jpg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2017/11/di-depan-fadli-zon-buni-yani-curhat.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2017/11/di-depan-fadli-zon-buni-yani-curhat.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy