Bela Petani di Kendal Terkait Pengelolaan Hutan, Tokoh NU Ini Kena Vonis 8 Tahun dan Denda 10 Milyar.....

Mahkamah Agung (MA), menolak kasasi yang diajukan oleh jaksa kepada para petani Kendal yang salah satunya tokoh NU setempat.

Tokoh NU Kendal Divonis 8 Tahun Penjara dan Denda 10 Milyar Karena Bela Petani
Tokoh NU Kendal Divonis 8 Tahun Penjara dan Denda 10 Milyar Karena Bela Petani
MARTIRNKRI.COM - Mahkamah Agung (MA), menolak kasasi yang diajukan oleh jaksa kepada para petani Kendal yang salah satunya tokoh NU setempat. Hasil vonis kasasi tersebut, membuat para petani Kendal, Nur Aziz, Sutrisno dan Mujiono divonis 8 tahun.

Putusan kasasi tersebut diketok pada 4 Oktober 2017 lalu. Sidang kasasi itu dipimpin hakim agung Artidjo Alkostar dibantu hakim agung Andi Samsan Nganro dan hakim agung Suhadi sebagai anggota majelis.

"Amar putusan, terdakwa tolak, JPU tolak perbaikan," vonis kasasi tersebut yang dikutip detikcom, Senin (6/11/2017).

Putusan tersebut terregister dengan nomor 1863 K/PID.SUS-LH/2017. Kasasi tersebut didaftarkan 14 Agustus lalu.

Nur Aziz dan Sutrisno merupakan petani Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal dan Nur Aziz sendiri merupakan Ketua Syuriyah MWC NU Pageruyung. Mereka dijerat pasal 94 ayat (1) UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H).

Hutan yang mereka garap sejak puluhan tahun itu berada di Pageruyung. Kemudian terjadi tukar guling lahan hutan untuk menggantikan hutan di Rembang yang digunakan sebagai tambang oleh PT Semen Indonesia.

Mereka dan satu terdakwa lainnya yaitu Mujiono divonis di Pengadilan Negeri Kendal 18 Januari 2017 lalu dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Kemudian berlanjut ke proses hukum berikutnya.

Putusan ini sesuai dengan tuntutan jaksa. Dengan adanya vonis kasasi ini, ketiga petani sekaligus aktivis yang kontra dengan kehadiran pabrik semen di Kendeng ini tetap dipenjara 8 tahun.

Katib Aam PBNU, KH. Yahya Staquf ke Lapas Kendal
Katib Aam PBNU, KH. Yahya Staquf ke Lapas Kendal, Melakukan Pendampingan Pada Pengurus NU yang Bela Petani

Katib Aam Syuriah PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dua orang warga Nahdlatul Ulama tersebut mereka berdua di Lembaga Pemasyarakatan Kendal dan berbincang selama sekitar satu jam dari jam 14.00 s.d. 15.00.

Menurut Gus Yahya, Nur Aziz dan Sutrisno seharusnya masa penahanannya habis hari Senin (6/11) besok. Namun Kalapas setempat baru memberitahukan ada kasasi yang menguatkan vonis 8 tahun itu hari Sabtu (5/11) kemarin.

"Secara jelas, vonis yang dijatuhkan atas dua orang tersebut, yaitu masing-masing 8 tahun penjara (Nur Aziz) dan 3 tahun penjara (Sutrisno) serta denda milyaran rupiah, sangat mengganggu rasa keadilan, mengingat bobot kesalahan yang didakwakan dan kondisi sosial-ekonomi dari yang bersangkutan. Saya akan melaporkan masalah ini ke PBNU agar ditindaklanjuti dengan advokasi intensif bagi kepentingan Bapak Nur Aziz dan Bapak Sutrisno Rusmin." ucapnya Gus Yahya

Disamping itu, Gus Yahya juga menerima sejumlah informasi yang memicu tanda tanya terkait kasus tukar guling lahan antara PT Semen Indonesia dan Perhutani itu sendiri.

"Saya akan terus mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya mengenai hal ini, dan apabila ada bukti-bukti tindakan illegal oleh pihak tertentu, saya akan menjajagi kemungkinan gugatan clash-action terhadap pihak-pihak terkait." terangnya.

"Sampai sekarang mereka belum menerima salinan keputusan itu," ujar Yahya dalam keterangannya, Minggu (5/11).


Sumber: Detik.com via Arrahmah.co.id


Name

Berita,2386,Entertainment,6,Health,1,Internasional,62,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2337,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Bela Petani di Kendal Terkait Pengelolaan Hutan, Tokoh NU Ini Kena Vonis 8 Tahun dan Denda 10 Milyar.....
Bela Petani di Kendal Terkait Pengelolaan Hutan, Tokoh NU Ini Kena Vonis 8 Tahun dan Denda 10 Milyar.....
Mahkamah Agung (MA), menolak kasasi yang diajukan oleh jaksa kepada para petani Kendal yang salah satunya tokoh NU setempat.
https://1.bp.blogspot.com/-vFdDSVctIUQ/WgAG49nEjTI/AAAAAAAALhs/NY-Rw-kWvIcr-M2XWJhk-EcboGwPnacOQCLcBGAs/s640/TOkoh%2BNU%2BKendal%2BDivonis%2B8%2BTahun%2BKarena%2BBela%2BPetani.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vFdDSVctIUQ/WgAG49nEjTI/AAAAAAAALhs/NY-Rw-kWvIcr-M2XWJhk-EcboGwPnacOQCLcBGAs/s72-c/TOkoh%2BNU%2BKendal%2BDivonis%2B8%2BTahun%2BKarena%2BBela%2BPetani.jpg
MartirNKRI.com
https://www.martirnkri.com/2017/11/bela-petani-di-kendal-terkait.html
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/
https://www.martirnkri.com/2017/11/bela-petani-di-kendal-terkait.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy