Profesor UIN Ini Pernah Ungkap Bagaimana Radikalisme Tumbuh Subur di Era SBY, dan Jokowi Terima Getahnya

Cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat menilai, maraknya radikalisme di era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak terjadi begitu saja. Ia berpendapat, Jokowi hanya kena getah kebijakan pemerintahan SBY.

Profesor UIN Ini Pernah Ungkap Bagaimana Radikalisme Tumbuh Subur di Era SBY, dan Jokowi Terima Getahnya

MARTIRNKRI.COM - Cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat menilai, maraknya radikalisme di era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak terjadi begitu saja. Ia berpendapat, Jokowi hanya kena getah kebijakan pemerintahan SBY.

"Pak SBY itu kan Presiden yang mottonya zero enemy. Dia enggak mau konflik dengan siapapun. Jadi ketika jelas ada radikalisme dan pelanggaran, dibiarkan saja," jelas Komaruddin di acara Sarasehan Kebangsaan, dengan tema Saya Indonesia, Saya Pancasila, di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jakarta, Minggu 20 Agustus 2017.

Sikap ekstrem yang sudah ada dibiarkan. Akibatnya, menurut dia, terasa di pemerintahan Jokowi. Pemikiran ekstremisme berkembang.

Komaruddin menganalogikannya dengan kebakaran. Jika ada yang membakar, tapi sekelilingnya membiarkan, maka api tersebut menjadi besar.

"Ada ungkapan klasik begini, kelompok minoritas radikal itu ada karena ada mayoritas yang membiarkan itu terjadi," ucap Komaruddin.

Ketika sudah besar, persoalan radikalisme menjadi lebih sulit diatasi. Tantangan itulah yang kini dihadapi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Sementara itu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menilai rentetan kasus terorisme yang melanda Indonesia dapat memengaruhi elektabilitas Jokowi Widodo (Jokowi) menjelang Pilpres 2019. Hal itu berkaitan dengan persepsi publik terhadap kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden RI.

"Ini nanti akan menyangkut dengan persepsi publik terhadap kepemimpinan Pak Jokowi. Apakah kepemimpinan Pak Jokowi dianggap kuat atau lemah," ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018).

Jika kasus terorisme ini terus berkembang hingga Pilpres 2019, menurut Adjie, elektabilitas Jokowi pasti akan dirugikan. Jokowi sebagai pemimpin dinilai tidak mampu menjaga stabilitas keamanan negara.

"Ini kan termasuk isu keamanan yang juga sensitif. Beberapa waktu terakhir yang kita survei isu ekonomi yang menjadi isu sensitif, isu keamanan belum menjadi dominan. Kalau kemudian kasus Mako Brimob, kasus bom di Surabaya, lalu di Sidoarjo dan bom di Polresta Surabaya ini naik, maka akan ada kekhawatiran yang meluas di publik terhadap isu keamanan," tuturnya.

Dengan demikian, kata Adjie, pemilih akan lari ke figur-figur capres lain yang menjadi harapan.

"Angka pastinya kita tentu harus lakukan survei seberapa defisit elektoral Jokowi pasca-bom kemarin, tapi kami menduga dengan persepsi personal bahwa Jokowi tidak terlalu kuat meyakinkan publik bahwa dia sanggup menjaga stabilitas keamanan maka ini bisa merugikan elektabilitas Pak Jokowi," kata Adjie.

Seperti diketahui, rentetan ledakan bom terjadi dalam kurun kurang-lebih 25 jam di Jawa Timur. Sampai saat ini, ada lima ledakan yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Peristiwa biadab itu terjadi sejak Minggu (13/5) kemarin pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. Menyusul kemudian ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno serta di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Tiga lokasi itu berada di Surabaya.

Pada malam harinya, pukul 21.20 WIB, ledakan bom lain terjadi di sebuah rusunawa di kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa itu, 3 terduga pelaku teror tewas, yaitu terduga pelaku teroris bernama Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), serta anak pertamanya, LAR (17).

Kemudian ledakan terjadi lagi pada Senin (14/5) pukul 08.50 WIB di Polrestabes Surabaya. Bom meledak di pos pemeriksaan depan Polrestabes.

Sumber: Liputan6/Detik.com


Name

Berita,2214,Entertainment,6,Health,1,Internasional,61,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2166,News,19,Opini,29,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,2,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Profesor UIN Ini Pernah Ungkap Bagaimana Radikalisme Tumbuh Subur di Era SBY, dan Jokowi Terima Getahnya
Profesor UIN Ini Pernah Ungkap Bagaimana Radikalisme Tumbuh Subur di Era SBY, dan Jokowi Terima Getahnya
Cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat menilai, maraknya radikalisme di era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak terjadi begitu saja. Ia berpendapat, Jokowi hanya kena getah kebijakan pemerintahan SBY.
https://4.bp.blogspot.com/-_rtX_-7lDQQ/Wv4Fz-Q-_dI/AAAAAAAATjA/ES-x0vqHQakuSxoZMtGBCwmfzdVdRZqcgCLcBGAs/s640/Komarudin%2BHidayat.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-_rtX_-7lDQQ/Wv4Fz-Q-_dI/AAAAAAAATjA/ES-x0vqHQakuSxoZMtGBCwmfzdVdRZqcgCLcBGAs/s72-c/Komarudin%2BHidayat.jpg
MartirNKRI.com
http://www.martirnkri.com/2018/05/profesor-uin-ini-pernah-ungkap.html
http://www.martirnkri.com/
http://www.martirnkri.com/
http://www.martirnkri.com/2018/05/profesor-uin-ini-pernah-ungkap.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy