Kisah 3 Presiden RI yang 'Enggan' Di Kawal Karena Ingin Lebih Dekat Dengan Rakyatnya, Bikin Paspamres Jadi....

Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) dan presiden ke tujuh RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki kesamaan dalam soal ingin selalu dekat dengan rakyatnya.

Kisah 2 Presiden RI yang 'Enggan' Di Kawal, Karena Ingin Lebih Dekat Dengan Rakyatnya, Bikin Paspamres Jadi....

MARTIRNKRI.COM - Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) dan presiden ke tujuh RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki kesamaan dalam soal ingin selalu dekat dengan rakyatnya.

Oleh karena itu ketika sedang ingin dekat rakyatnya dalam berbagai kesempatan baik Bung Karno mupun Jokowi menginginkan tidak ada yang menghalanginya termasuk para personel Paspampres yang bertugas mengamankan keselamatan presiden.

Ketika Paspampres pertama kali dibentuk, Bung Karno sempat bingung karena selalu ada sejumlah pengawal yang mengikutinya kemana pun pergi.

Pasalnya selalu ada sejumlah pengawal yang mengawasinya dari area tertentu, bahkan ketika Bung Karno mengunjungi kota tertentu, ia juga merasa aneh karena daerah perbatasan kota juga dijaga.

Awalnya Bung Karno malah merasa tidak suka terhadap pengawalan yang selalu melekat dan dipimpin oleh Kolonel Mangil itu.

Pasalnya Bung Karno jadi suka ketahuan jika sedang mengunjungi para istrinya secara diam-diam sehingga Mangil malah sering kena marah.

Tapi setelah beberapa kali Bung Karno mengalami usaha percobaan pembunuhan, dia makin menyadari pentingnya para personel Paspampres yang selalu melekat pada diri dan keluarganya.

Ketika Jokowi jadi Presiden RI, awalnya Jokowi juga merasa ‘’terganggu’’ oleh Paspampres karena dirasakan terlalu mengendalikan sepak terjang Jokowi yang ingin selalu dekat rakyatnya.

Presiden Jokowi yang merasa diatur-atur Paspampres menyatakan ‘’tidak suka’’ sehingga sampai mengatakan ‘’Paspampres harus mampu mengamankan saya dalam kegiatan apapun, mereka harus mampu mengikuti cara kerja Presiden. Bukan malah Presiden yang mengikuti cara kerja Paspampres’’.

Akibat teguran Presiden Jokowi yang selalu ingin menyatu dengan rakyatnya dalam semua kegiatan tanpa mendapat halangan itu, Paspampres pun mengubah doktrin cara pengamanannya.

Paspampres harus mampu menyesuaikan diri dengan semua kegiatan Presiden Jokowi, jadi lebih ramah dan merakyat, tanpa mengurangi posedur tetap dalam tata cara pengamanan Presiden RI.

Memang perlu usaha lebih bagi Paspampres untuk bisa melaksakan teknik pengamanan sesuai selera Presiden Jokowi yang tiba-tiba suka ‘’nyelonong’’ untuk menemui warga dan jajan kuliner itu.

Pasalnya jika Presiden RI selalu dalam kondisi nyaman dan aman, bagi Paspampres kondisi itu sesungguhnya merupakan situasi serta kondisi yang berbahaya.

Oleh karena itu meskipun tampak lebih ramah dan tidak memasang wajah sangar, Paspampres tetap merupakan personel TNI yang paling waspada, paling cepat bereaksi, dan siap menjadi tameng peluru bagi Presiden RI.

Tidak peduli bahwa secara psikologis Presiden RI yang sedang dikawalnya suka atau tidak suka dengan sepak terjang para personel Paspampres.

Paspamres Mencium Tangan Gus Dur
Gus Dur dan salah satu anggota Paspamres. Photo: Istimewa

Hal serupa terjadi juga pada masa kepresiden KH. Abdurrahman Wahid, sosok presiden paling eksentrik ini kerap 'merepotkan' pasukan paspampres yang mengawalnya karena kerap 'nyelonong' di tengah-tengah warga.

Seperti dikisahkan putri Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid saat mengenang satu fragmen lucu ketika bapaknya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, masih menjabat sebagai presiden.

Waktu itu mereka sedang mengunjungi sebuah pesantren di Jawa Tengah. Berdasarkan ingatan Sinta Nuriyah, istri Gus Dur, saat itu mereka berkunjung ke kediaman Habib Hamid yang berada di Sokaraja, Banyumas. Jumlah warga yang berkerumun di lokasi sangatlah banyak. Mereka ingin bertemu dan menyalami Sang Presiden.

Saat Gus Dur keluar dari pesantren, warga mulai saling dorong-dorong. Para Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres  langsung mengambil inisiatif membuat pengamanan. Paspampres berusaha keras untuk segera memasukkan Sang Presiden ke dalam mobil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Presiden dimasukkan ke mobil lewat pintu sebelah kiri, karena presiden duduknya di sebelah kiri,” cerita Inayah. Tapi begitu sudah di dalam dan mobil siap melaju, “Eeeh, bapak malah nyelonong keluar lewat pintu kanan,” kenang Inayah kepada Tirto pada 9 Februari 2016.

Alhasil, Sang Presiden langsung dikerubungi orang-orang. Inayah yang duduk di kursi depan malah terbahak-bahak melihat Paspampres yang kalang kabut memutar dari sebelah kiri ke sebelah kanan mobil untuk mengamankan Gus Dur.

“Kenapa gitu, Pak?” tanya Inayah, saat Gus Dur sudah kembali masuk mobil.

“Lha kasian orang banyak yang mau ketemu kita masa enggak boleh,” Inayah menirukan lagi jawaban sang bapak waktu itu.

Gus Dur memang dikenal sebagai pribadi eksentrik. Selain pemikiran-pemikirannya yang dikenal blak-blakan, satu yang juga sering jadi perhatian orang-orang adalah Gus Dur selalu bersikap seolah-olah antiprotokoler, selalu berbeda, seakan-akan melawan aturan yang ada, bahkan cenderung seperti masa bodoh.

Dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid, Greg Barton menulis kalau Gus Dur memang, “dalam istilah Jawa, sifat kasarnya lebih besar daripada sifat halusnya”. Dan sikap ini yang oleh banyak orang-orang di sekitarnya kurang disukai dan ingin diubah dari Gus Dur, begitu menurut Barton.

Contoh perilaku Gus Dur yang menerobos tata dan protokoler sangatlah berlimpah. Selain kisah yang sudah diutarakan oleh Inayah, kisah-kisah lain bertebaran di berbagai buku maupun kesaksian pribadi banyak orang.

Salah satu yang tak terlupakan adalah pada saat-saat terakhir sebelum Gus Dur meninggalkan Istana Merdeka pasca dinyatakan lengser oleh Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. Pada malam yang tak terlupakan itu, Gus Dur keluar dari dalam Istana dan menyapa para pendukungnya hanya dengan celana kolor. 

Inayah, putri bungsu Gus Dur dan Sinta Nuriyah, mengakui kalau ayahnya memang eksentrik. Tapi ia tak setuju kalau Gus Dur disebut antiprotokoler. Hanya saja, bapaknya memang menganggap beberapa hal tidak penting diperlakukan terlalu berlebihan.

“Bapak kan memang orangnya bukan yang formal gitu, beliau itu lebih senang sesuatu yang akrab, guyub, dan lebih substansial,” kata Inayah. “Nah, kadang protokoler itu membatasi hal tersebut.”

Inayah kembali mencontohkan, misalnya ketika Gus Dur diundang ke luar negeri oleh suatu lembaga. Ia selalu memperhatikan perangai bapaknya berubah kesal ketika pintu pesawat terbuka, dan rombongan kedutaan Indonesia menyambut. “Bapak bisa kesal karena merasa merepotkan orang lain dan juga merasa terlalu formal dan terbatas,” cerita Inayah.

(tribunnews.com/tirtor.id)


Name

Berita,2098,Entertainment,5,Health,1,Internasional,59,Kisah,2,Kriminal,4,Nasional,2053,News,19,Opini,28,Pilihan Editor,117,Pilkada Jabar,1,Politik,1,Tekno,1,Turn Back Hoax,1,
ltr
item
MartirNKRI.com: Kisah 3 Presiden RI yang 'Enggan' Di Kawal Karena Ingin Lebih Dekat Dengan Rakyatnya, Bikin Paspamres Jadi....
Kisah 3 Presiden RI yang 'Enggan' Di Kawal Karena Ingin Lebih Dekat Dengan Rakyatnya, Bikin Paspamres Jadi....
Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) dan presiden ke tujuh RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki kesamaan dalam soal ingin selalu dekat dengan rakyatnya.
https://1.bp.blogspot.com/-64x4i0Kb96I/WlBVYOKU3fI/AAAAAAAAO5A/5VhRt27hXMMPwP12ia-8IG0b6roH4gk5ACLcBGAs/s640/paspampres-ketika-mengamankan-presiden-jokowi-di-tengah-warga.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-64x4i0Kb96I/WlBVYOKU3fI/AAAAAAAAO5A/5VhRt27hXMMPwP12ia-8IG0b6roH4gk5ACLcBGAs/s72-c/paspampres-ketika-mengamankan-presiden-jokowi-di-tengah-warga.jpg
MartirNKRI.com
http://www.martirnkri.com/2018/01/kisah-3-presiden-ri-yang-enggan-di.html
http://www.martirnkri.com/
http://www.martirnkri.com/
http://www.martirnkri.com/2018/01/kisah-3-presiden-ri-yang-enggan-di.html
true
6305951019981108732
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy