Recent Posts

Resmikan Gereja GPIB Jatipon, Walikota Bekasi : Ditembak sekalipun saya tidak akan mundur

Tuesday, December 20, 2016
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi


MARTIRNKRI.COM - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kembali menegaskan komitmen menjaga toleransi beragama di wilayahnya.

 Bahkan dia pun tidak akan mencabut keputusan yang telah dibuatnya terkait perizinan rumah ibadah.

"Saya diajarkan bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Begitu juga sebagai Wali Kota Bekasi, saya disumpah oleh Undang-Undang untuk berlaku adil bagi semua umat beragama yang ada, baik Islam, Kristen, Katholik, Budha mapun Hindu. Semua sama di mata hukum. Saya mengimbau agar kita harus selalu menjaga hubungan antarsesama dengan sebaik-baiknya, tak terkecuali terhadap orang lain yang tidak seagama, atau yang lazim disebut toleransi beragama," ujar Rahmat Effendi, Senin (19/12/16).

Bahkan, kata dia, apabila diancam dengan tembakan pun ia tidak akan membatalkan keputusan yang telah dibuatnya.

"Ditembak sekalipun saya tidak akan mundur dalam proses perizinan semua agama yang ada tidak terkecuali, apabila ada keputusan hukum yang mengikat, saya akan tunduk sebagai bagian dari ketaatan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," ungkapnya.

Penegasan Wali Kota ini terhadap toleransi beragama, sejalan dengan visi misi Kota Bekasi yakni Maju, Sejahtera, dan Ihsan.

Rahmat Effendi pun tak segan-segan meresmikan gedung ibadah umat Kristiani. Pada Minggu (18/12/16), ia meresmikan penggunaan Gereja GPIB Jatipon, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, pascarenovasi.

Renovasi Gereja GPIB Jatipon menghabiskan dana sekitar Rp 3,2 miliar, kini telah digunakan kembali oleh jemaatnya.

Rahmat didampingi Lurah Jatibening Baru Aning dan Kasi Binmas Kementerian Agama Kota Bekasi Damanik S, kembali menegaskan pentingnya arti toleransi beragama.

"Dengan direnovasi Gereja GPIB Jatipon ini, masyarakat mampu memberikan pemahaman dan pengertian yang baik tentang toleransi beragama, serta ikut serta membangun Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jamaat GPIB Jatipon, Pdt Meinita Wungo Damping, mengatakan bahwa gereja direnovasi untuk menyediakan tempat ibadah yang representatif.

"Jemaat kami sudah ada sejak 25 tahun yang lalu, untuk itu perlu dilakukan renovasi agar pelaksanaan ibadah lebih nyaman," ujarnya.

Dia pun mengapresisasi Kota Bekasi memiliki Wali Kota Bekasi bagi semua agama, semua agama diperlakukan sama.

"Beberapa kali saya melihat beliau hadir di acara-acara keagamaan seperti kegiatan Islam tentunya, dan agama lainnya seperti Hindu, Budha, Kristen. Ini menunjukan seorang kepala daerah yang berkarakter dan mengayomi semua agama," ujarnya.

sumber: beritasatu.com