Recent Posts

Panglima TNI Sampaikan Pernyataan Keras Kepada Pihak yang Memfitnah Jokowi Pro TKA China & PKI

Wednesday, December 28, 2016
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/12/16). Foto: Ricardo/JPNN.com


MARTIRNKRI.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, berita bohong (hoax) yang disebarkan lewat media sosial akhir-akhir ini, cukup meresahkan.

Mulai dari serbuan tenaga kerja asing asal Tiongkok yang jumlahnya dibesar-besarkan, hingga isu soal komunis.

Berita-berita bohong tersebut, menurut Gatot, sengaja disebarkan dengan tujuan membingungkan, memprovokasi rakyat, mengadu domba, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, sserta memecah belah bangsa.

"Presiden kan mengatakan, tenaga kerja asing dari Tiongkok itu 21 ribu orang, itu sangat kecil sekali. Jangan ditambahin. Kemudian juga soal komunis, TNI pasti siap. Enggak usah dikomando, umat Islam pasti siap," ujar Gatot saat menjadi pembicara pada diskusi yang digelar Koordinator Nasional Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) di Jakarta, Rabu (28/12/16).

Menurut Gatot, Presiden Joko Widodo sangat concern ingin agar seluruh rakyat Indonesia semakin memahami cita-cita luhur sebagaimana termaktub dalam Pancasila. Namun informasinya sengaja dibelokkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

"Kalau kita lihat dari sejarahnya, siapa sih presiden yang di Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya? Presiden Jokowi dua kali datang. Jadi sengaja dibelok-belokan, supaya isunya beralih. Jadi dalam konteks ini saya perlu mengingatkan, tujuan (berita bohong,red) untuk memecah belah bangsa," ucapnya.

Panglima juga mengingatkan, bonus demografi yang sangat baik diberikan Tuhan pada Indonesia, hanya akan menjadi ancaman kalau pendidikan masyarakat tidak terus ditingkatkan.

"Indonesia merupakan negara dengan tingkat kepercayaan konsumen nomor tiga tertinggi di dunia, karena semuanya ada di sini. Indonesia adalah negara yang optimis nomor dua tentang pertumbuhan ekonomi. Inilah justru yang jadi bahaya bagi Indonesia (jika tidak dikelola dengan baik,red). Sudah diingatkan, supaya tidak lupa," pungkas Panglima

sumber: jpnn.com