Recent Posts

Dapat Ejekan Lantaran Bersihkan Sampah Usai Aksi 412 Kemaren, Begini Respon Nusron wahid

Monday, December 5, 2016


MARTIRNKRI.COM - Dalam salah satu postingannya,  akun facebook bernama Wawat Kurniawan melontarkan ejekan terhadap mantan Ketua Umum GP Ansor NU Nusron Wahid yang terlihat membersihkan sampai berserakan seorang diri usai acara parade bhinneka tunggal ika kemaren yang berlangsung di jalan thamrin dan bundaran HI

Beda Cukong Vs Kacung... Demi Tersangka Penista Agama Islam.... Karena foto mirip nusron juga jadi Tertawaan para Cukong....Tapi tenang nanti dikasih Sangu kok Huäahahahaha...." tulis wawat kurniawan lewat akun facebooknya

Hingga berita ini diturunkan oleh martirnkri.com, postingan akun Media sosial bernama Wawat Kurniawan sudah dibagikan 2.638 kali

Lalu bagaimana Respon Nusrun wahid sendiri ?

Sebagaimana Dikutip martirnkri.com dari antara.com , Usai aksi 4 Desember kemarin, sampah tampak berserakan. Sejumlah foto menggambarkan bagaimana sampah tersebut itu terserak di jalanan.

Namun menurut pendukung Ahok, Nusron Wahid, ia bersama 2.400 Relawan Nusantara (RelaNU) yang ikut ambil bagian dalam aksi "Kita Indonesia" turut membersihkan sampah tercecer selama berjalannya aksi.

"Kalau soal sampah, jam 11.20 WIB sudah bersih dan rapi. RelaNU langsung aksi. Kalau ada yang nulis aneh-aneh, pasti kejadian sebelum jam 11.20 WIB. Jadi jangan tendensius," klaim Nusron, di Jakarta, Senin.

Menurut tokoh muda NU ini, tidak ada yang perlu dipertentangkan mengenai aksi doa bersama pada 2 Desember lalu (212) dengan aksi Kita Indonesia pada 4 Desember (412). Keduanya sama-sama aksi yang baik karena untuk kepentingan Indonesia yang lebih baik.

"Sebagai komponen bangsa, kita harus solid dengan kemajemukan. Jangan seakan-akan Indonesia hanya dimiliki sekelompok tertentu yang ingin memaksakan kehendak," ujarnya.

Bangsa Indonesia, kata mantan Ketua Umum GP Ansor ini, adalah negara Pancasila. Dengan Pancasila sebagai dasar negara, maka komponen bangsa harus hadir dengan kemajemukan sesuai filosofi Pancasila.

"Aksi 212 motifnya agama, 412 motifnya kebudayaan. Kita ingin kebudayaan di Indonesia bagian strategi dakwah agama. Sebaliknya kita ingin agama tidak merusak tradisi kebudayaan Indonesia. Islam Indonesia bukan Arab atau Timur Tengah. Tap Indonesia. Jadi sudah melengkapi, tidak perlu ada pertentangan," tegas politikus Partai Golkar itu.

Sumber: Antara

Editor: tim martirnkri.com