Recent Posts

Didesak Mundur Pilkada, Ahok: Lebih Baik Saya Ditangkap & Dipenjara Daripada Disuruh Mundur

Saturday, November 12, 2016


MARTIRNKRI.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama mengaku sempat ada yang memintanya mundur di pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Hal ini terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukannya, ketika menyinggung soal Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Akibatnya Basuki dilaporkan ke polisi untuk diproses hukum. Belakangan, gelar perkara kasus tersebut diminta dilakukan terbuka.

"Saya sudah bilang, kalau suruh saya mundur, saya lebih baik ditangkap dan dipenjara," ujar Basuki di kediamannya, Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (10/11/16) malam.

Ia mengatakan, apabila dirinya terus dipaksa mundur, ia malah berpikiran bahwa ternyata memang benar paksaan untuk mundur ini berujung ketakutan dirinya menjadi gubernur DKI lagi.

Meskipun begitu, Basuki enggan menyampaikan siapa yang telah memintanya mundur tersebut. Ia mengatakan, ada temannya yang memang meminta dirinya untuk mundur dari ajang ini.

"Kenapa mesti suruh saya mundur? Kan lucu. Takut amat saya jadi gubernur," pungkasnya.

Tetap Tegar Hadapi Cobaan, Ahok : Saya Bukan Orang yang Selalu Bilang "Prihatin"

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak merasa terzalimi dengan banyaknya penolakan terhadap dirinya saat melakukan kampanye.

"Saya bukan orang yang selalu bilang saya prihatin, saya terzalimi, tidak. Saya bukan orang model begitu. Saya tidak suka mainin lakon terzalimi, apa adanya saja," ujar Basuki di kediamannya, Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (10/11/16) malam.

Ia mengatakan, dirinya tidak pernah suka bersikap seolah-seolah terzalimi atau minta dikasihani. Pasalnya, katanya, hidup bernegara tidak harus ada istilah dikasihani.

"Kami bicara bagaimana membangun bata dinding rumah Pancasila dengan segala konsekuensi," katanya.

Basuki juga memuji pernyataan Jenderal Gatot Nurmantio di sebuah acara yang mengatakan bahwa dirinya lebih memilih gugur mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) daripada menjadi Presiden.

"Itu patriot. Itu asli TNI kita sesuai dengan sapta marganya. Daripada dia melawan presiden, beliau disumpah, secara agama juga melawan sumpah jabatan. Jenderal Gatot ini mempertontonkan patriot sejati," katanya.

Hal tersebut, katanya, menunjukkan bahwa Gatot tidak memanfaatkan kekuasaan untuk diambil dengan kekerasan yang akan merusak demokrasi bangsa ini

sumber: beritasatu.com