Recent Posts

Catat Yah ! Ini Omongan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Yang Bikin Ahok Terkagum Kagum

Saturday, November 12, 2016


MARTIRNKRI.COM - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memuji omongan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat hadir di sebuah stasiun televisi swasta.

Kala itu, menurut Ahok, Gatot mengeluarkan statement bahwa lebih baik gugur mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibanding menjadi presiden.

"Itu patriot. Itu asli TNI kita sesuai dengan sapta marganya," ujar Ahok di kediamannya di kompleks perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (10/11/16) malam.

Disebutkan eks Bupati Belitung Timur itu, Jenderal Gatot mempertontonkan jiwa seorang patriot sejati yang sudah bersumpah untuk mempertahankan NKRI.

Tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk merebut kursi pejabat melalui kekerasan. Sebab, menurut Ahok, cara itu akan merusak demokrasi Indonesia.

"Saya kira dicatat sejarah. Pernyataan Gatot luar biasa," ungkapnya.

Panglima TNI Pilih Jadi Tumbal daripada Presiden

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak ingin melanggar sumpahnya dan lebih memilih menjadi tumbal Bhineka Tunggal Ika daripada menjadi presiden. Ini disampaikan saat  acara Indonesia Lawyer Club di tvOne, Selasa malam, 8 November 2016.

Ketika ditanya Karni Ilyas bahwa Gatot adalah figur yang cocok sebagai presiden, Gatot justru menceritakan sumpahnya 34 tahun lalu sebagai prajurit.

"Saya pernah bersumpah pada tanggal 15 maret 1982, demi Allah saya bersumpah setiap kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, itu nomor satu, saya singkat, nomor tiganya, demi Allah saya bersumpah taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan," katanya.

Karena itu menurut Gatot, bila sekarang dirinya berkeinginan menjadi presiden, maka dia akan melanggar sumpahnya sendiri. Karena Presiden sebagai panglima tertinggi sudah memerintahkan TNI untuk menjaga kebinekaan. Serta menjadi garda terdepan menghadapi ganggunan kesatuan bangsa.

"Apabila sekarang saya berkeinginan jadi presiden maka saya akan melanggar sumpah saya, umur saya sudah 46. Saya lebih baik jadi tumbal untuk melaksanakan tugas menjaga kebhinekatunggalikaan dari pada saya jadi presiden. ini pernyataan saya," katanya.


Sumber: jawapos.com & Viva.co.id